Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2024

Artikel Terbaru

KH. Muhammad Amir Pekalongan

KH. Muhammad Amir adalah Ulama'  sentral dan Mustasyar pertama Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Pekalongan yang berasal dari Lumpur, Brebes . Beliau adalah putra KH Idris bin Soleh, salah satu murid Syekh Abu Bakar Syatha' dan juga pendiri PP. Lumpur, Losari, Brebes. Ibunya bernama Ny. Hj. Soimah binti Murtasim (kakak dari KH Sa'id Gedongan). Biografi Ringkas Lahir : 1294 H / 1875 M di Lumpur, Limbangan, Losari, Brebes (sebagian sumber menyebut Desa Mundu, Cirebon). Nama Kecil : Muhammad Amir. Orang Tua : Pasangan KH Idris dan Nyai Soimah. Istri :  Nyai Sukaenah binti Sa'id (Gedongan).   Ny. Sa'adah binti Amin (Bendakerep).   Nyai Zahra binti Mbah Soleh Darat.   Nyai Sa'diyah binti Sulaiman (Semarang). Wafat : Selasa, 8 Rabiul Akhir 1357 H / 7 Juni 1938 M. Makam : Kompleks pemakaman di Desa Banyurip, Pekalongan (persis di depan Masjid Jami' Banyurip Ageng). Perjalanan Ilmu dan Dakwah Menimba Ilmu : Belajar dasar agama dari ibundanya, lalu menimba...

Kadipaten Tumapel

Kadipaten Tumapel  ( 1161 - 1466 ) Peta perkiraan letak Kadipaten Tumapel  Ibukota - Kutaraja - Singhasari  Bahasa Kawi Agama Islam, Hindu, Buddha, Animisme Bentuk Pemerintahan Kadipaten Peristiwa Penting - 1161 M, Sri Jayamerta tercatat pernah memberikan anugerah kepada masyarakat desa Sukun ( Prasasti Sukun ). - 1222 M, Ranggah Rajasa berhasil melepaskan Kerajaan Tumapel dari Panjalu dan menjadi Negara Merdeka. ( Serat Pararaton ). - 1447 M, Dyah Suraprabhawa menjadi Bhre Tumapel ( Prasasti Waringin Pitu ). - Pemerintahan Kadipaten Tumapel dilanjutkan oleh Kadipaten Sengguruh. Mata Uang Masa dan Tahil (koin emas dan perak lokal) Di Dahului Oleh Di Gantikan Oleh Pangkaja Kadipaten Sengguruh Tumapel merupakan Salah satu Kadipaten yang pernah menjadi bawahan Kerajaan Panjalu dan Sukses menjadi Kerajaan besar dengan ibukotanya Singhasari. Pada era Majapahit, Tumapel kembali berstatus sebagai Vassal. Kemudian berubah menjadi Kadipaten Sengguruh era Kesultanan Demak. Se...

Kabupaten Rajekwesi

Kabupaten Rajekwesi  ( 1725 - 1828 ) Peta perkiraan letak Kabupaten Rajekwesi  Ibukota Ngumpakdalem Bahasa Jawa Agama Islam, Hindu, Buddha, Animisme Bentuk Pemerintahan Kabupaten Peristiwa Penting - 1725 M, Kabupaten Jipang berubah nama menjadi Kabupaten Rajekwesi. - 1827 M, Pangeran Diponegoro menunjuk KRT. Sosrodilogo dan berhasil merebut wilayah Rajekwesi dari Belanda. -  2 Januari 1828 M, K olonel Van Griesheim berhasil merebut kembali Kabupaten Rajekwesi. -  25 September 1828,  Komisaris Jendral Du Bus de Ghisignies mengesahkan pergantian nama Rajekwesi menjadi Bojonegoro. Mata Uang Dinar dan Dirham  Di Dahului Oleh Di Gantikan Oleh Kabupaten Jipang Kabupaten Bojonegoro   Rajekwesi merupakan Kabupaten yang pernah menjadi bawahan Kesultanan Mataram, dan Yogyakarta. Lokasi Kabupaten Rajekwesi berada 10 kilometer dari selatan Kabupaten Bojonegoro tepatnya di Desa Ngumpakdalem. Vassal Mataram Ketika  Susuhunan Pakubuwana II naik tahta pada tahun...