Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2024

Artikel Terbaru

KH. Muhammad Amir Pekalongan

KH. Muhammad Amir adalah Ulama'  sentral dan Mustasyar pertama Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Pekalongan yang berasal dari Lumpur, Brebes . Beliau adalah putra KH Idris bin Soleh, salah satu murid Syekh Abu Bakar Syatha' dan juga pendiri PP. Lumpur, Losari, Brebes. Ibunya bernama Ny. Hj. Soimah binti Murtasim (kakak dari KH Sa'id Gedongan). Biografi Ringkas Lahir : 1294 H / 1875 M di Lumpur, Limbangan, Losari, Brebes (sebagian sumber menyebut Desa Mundu, Cirebon). Nama Kecil : Muhammad Amir. Orang Tua : Pasangan KH Idris dan Nyai Soimah. Istri :  Nyai Sukaenah binti Sa'id (Gedongan).   Ny. Sa'adah binti Amin (Bendakerep).   Nyai Zahra binti Mbah Soleh Darat.   Nyai Sa'diyah binti Sulaiman (Semarang). Wafat : Selasa, 8 Rabiul Akhir 1357 H / 7 Juni 1938 M. Makam : Kompleks pemakaman di Desa Banyurip, Pekalongan (persis di depan Masjid Jami' Banyurip Ageng). Perjalanan Ilmu dan Dakwah Menimba Ilmu : Belajar dasar agama dari ibundanya, lalu menimba...

Kadipaten Jipang

Kadipaten Jipang ( 1451 - 1725 ) Peta perkiraan letak Kadipaten Jipang Ibukota Padangan Bahasa Kawi Agama Islam, Hindu, Buddha, Animisme Bentuk Pemerintahan Kadipaten Peristiwa Penting - 20 Oktober 1677 M, Status Kadipaten Jipang berubah menjadi Kabupaten Jipang. - 1725 M, Kabupaten Jipang berubah nama menjadi Kabupaten Rajekwesi. Mata Uang Dinar dan Dirham  Di Dahului Oleh Di Gantikan Oleh Kadipaten Matahun Kabupaten Rajekwesi Jipang adalah Salah satu Kadipaten yang pernah menjadi bawahan Kerajaan Majapahit, Kesultanan Demak, Pajang, dan Mataram. Wilayah Kadipaten  Jipang  sekarang kira-kira mencakup kawasan  Blora ,  Cepu ,  Lasem , dan  Bojonegoro .  Nama "Jipang" masih dipakai sebagai nama desa di bagian selatan Kecamatan Cepu (Desa  Jipang ) yang dulu pernah menjadi kota kedudukan sang adipati.  Nama "Panolan" sekarang juga menjadi nama desa (Desa  Panolan ) yang tak jauh dari Jipang, tetapi sekarang berada di wilayah adminis...

Kadipaten Matahun

Kadipaten Matahun ( 1350 - 1451 ) Peta perkiraan letak Kadipaten Matahun Ibukota Matahun Bahasa Kawi Agama Islam, Hindu, Buddha, Animisme Bentuk Pemerintahan Kadipaten Peristiwa Penting - 1350 M, Rajasawardhana diangkat menjadi Bhre Matahun I dibawah pemerintahan Majapahit. (Kitab Negarakretagama) - 1447 M, Dyah Samarawijaya menjadi Bhre Matahun ( Prasasti Waringin Pitu ). - Status Kadipaten Matahun berubah nama menjadi Kadipaten Jipang. Mata Uang Masa dan Tahil (koin emas dan perak lokal) Di Dahului Oleh Di Gantikan Oleh Belum Diketahui Kadipaten Jipang Matahun merupakan Salah satu Kadipaten yang pernah menjadi bawahan Kerajaan Majapahit. Kemudian berubah menjadi Kadipaten Jipang. Sekarang merupakan bagian dari Kabupaten Bojonegoro. Vassal Majapahit   Matahun menjadi negeri bawahan  Majapahit  yang paling utama. Raja yang memimpin bergelar  Bhre Matahun [8] [9] [10] Bhre Matahun yang pernah menjabat ialah : 1. Rajasawardhana dyah Larang ( 1350 - 1388 ) ...