Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Raja Raja Medang

Artikel Terbaru

Sunan Ngudung

Sunan Ngudung  (lahir: ? - wafat:  1524 ) adalah  Imam   Masjid Demak  pada masa pemerintahan  Sultan Trenggana . Naskah-naskah babad mengisahkan ia gugur dalam perang melawan  Kerajaan Majapahit . As-Syekh Syarif Sabil Gelar Sunan Ngudung Nasab bin Khalifah Husein Nisbah Al - Qadiri Meninggal 1524 M Kesultanan Demak Dimakamkan di Bintoro, Demak, Demak Kebangsaan Kesultanan Demak Jabatan ~ Imam  Masjid Demak  (1521 - 1524) ~ Panglima Perang  Demak Firkah Sunni Murid dari Khalifah Husein ,  Guru-gurunya sembunyi Mempengaruhi Sunan Kudus ,  Sunan Muria ,  Dan Murid-murid Lainnya Istri Nyai Ageng Manyuran Keturunan sembunyi Pernikahan dengan Nyai Ageng Manyuran : -  Sunan Kudus - Dewi Sujinah (Istri  Sunan Muria ) Orang tua Khalifah Husein  (ayah) Nyai Gede Tondo (ibu) Berdasarkan Serat Walisana diketahui nama asli Sunan Ngudung adalah Syekh Sabil. Sedangkan, Serat Panengen menjelaskan dengan detail b...

Maharaja Panangkaran

Maharaja  Panangkaran  adalah Raja  Medang  kedua yang memerintah sekitar tahun 746 - 784 dengan gelar  Srī Mahārāja Rakai Pānangkaran Dyaḥ Pañcapana ( Hanacaraka : ꦯꦿꦷꦩꦲꦴꦫꦴꦗꦫꦏꦻꦥꦴꦤꦔ꧀ꦏꦫꦤ꧀‌ꦢꦾꦃꦥꦚ꧀ꦕꦥꦤ  ) Namanya dikenal melalui  Prasasti Raja Sankhara ,  Prasasti Kalasan ,  Prasasti Mantyasih , dan  Prasasti Wanua Tengah III  serta diperkuat oleh Naskah Wangsakerta. Maharaja Panangkaran Srī Mahārāja Rakai Pānangkaran Dyaḥ Pañcapana Raja Medang ke-2 Berkuasa (4 Oktober 746 - 6 Maret 784 M) Pendahulu Sanjaya Penerus Rakai Panaraban Raja Sriwijaya ke-7 Berkuasa 746 - 784 Pendahulu Rudra Wikrama Penerus Dharanindra Informasi pribadi Kelahiran Dyah Pancapana Wangsa Sailendra Ayah Sanjaya Ibu Dewi Sudhiwara (Putri Dewasingha ) Pasangan Dewi Taraprathama (Ibu dari Dewi Yasodhara) Satyadarmika (Ibu dari Rakai Panunggalan) Anak Dewi Yasodhara (Istri Dharanindra ) Rakai Panunggalan (Raja Medang ke-3) Agama Hindu Sang Pembangun ...

Ratu Sanjaya

Sanjaya merupakan Raja terbesar di Tanah Jawa pada masanya, karena kekuasaannya meliputi Sunda, Galuh, dan Medang. Sanjaya mewarisi tahta Sunda dari Tarusbawa , kemudian mewarisi Galuh dari Sanna , dan Mewarisi Kalingga dari Sannaha dengan mendirikan kerajaan baru bernama Medang . Namanya dikenal melalui prasasti Canggal , prasasti Mantyasih , dan Prasasti Wanua Tengah III serta naskah Carita Parahyangan . Walaupun naskah Carita Parahyangan bukan sumber primer tetapi naskah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pengecekan dan pembanding serta pelengkap. Dalam prasasti Mantyasih, Sanjaya disebut dengan gelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya . Berbeda dengan gelar para penggantinya ia menggunakan gelar Sang Ratu, itu artinya posisinya lebih tinggi dari para Maharaja. Setelah dicek menggunakan naskah Carita Parahyangan, akhirnya terungkap bahwa gelar Sang Ratu yang ia sandang tersebut karena ia mewarisi dan menjabat sebagai raja di tiga kerajaan yaitu Sunda, Galuh, dan Meda...