Langsung ke konten utama

Artikel Terbaru

Sunan Ngudung

Sunan Ngudung  (lahir: ? - wafat:  1524 ) adalah  Imam   Masjid Demak  pada masa pemerintahan  Sultan Trenggana . Naskah-naskah babad mengisahkan ia gugur dalam perang melawan  Kerajaan Majapahit . As-Syekh Syarif Sabil Gelar Sunan Ngudung Nasab bin Khalifah Husein Nisbah Al - Qadiri Meninggal 1524 M Kesultanan Demak Dimakamkan di Bintoro, Demak, Demak Kebangsaan Kesultanan Demak Jabatan ~ Imam  Masjid Demak  (1521 - 1524) ~ Panglima Perang  Demak Firkah Sunni Murid dari Khalifah Husein ,  Guru-gurunya sembunyi Mempengaruhi Sunan Kudus ,  Sunan Muria ,  Dan Murid-murid Lainnya Istri Nyai Ageng Manyuran Keturunan sembunyi Pernikahan dengan Nyai Ageng Manyuran : -  Sunan Kudus - Dewi Sujinah (Istri  Sunan Muria ) Orang tua Khalifah Husein  (ayah) Nyai Gede Tondo (ibu) Berdasarkan Serat Walisana diketahui nama asli Sunan Ngudung adalah Syekh Sabil. Sedangkan, Serat Panengen menjelaskan dengan detail b...

Sunan Prapen

Sunan Prapen adalah penguasa keempat yang memerintah kerajaan Giri Kedaton, yang dalam Babad Gresik disebutkan berkuasa antara tahun 1548 sampai 1605 M. Sunan Prapen merupakan cucu dari Sunan Giri dan putra Sunan Dalem.

As-Syekh Syarif Muhammad Fadlullah
GelarSunan Prapen
Nasabbin Maulana Zainal Abidin
NisbahAl Qadiri
LahirMuhammad Fadlullah
Giri KedatonDemak
Meninggal1605
Giri KedatonPajang
Dimakamkan diKebomas, Kebomas, Gresik
Nama lainRaden Mas Pratikal
Sunan Giri IV
KebangsaanKesultanan Demak
Kesultanan Pajang
JabatanSunan Giri ke - 4
FirkahSunni
Murid dariSunan DalemDan Guru-guru lainnya
Sunan Giri Ke - 4
1548 - 1605
Preceded bySunan Sedamargi
Succeeded byPanembahan Kawis Guwa
KeturunanPanembahan Kawis Guwa
Orang tuaSunan Dalem (ayah)

Sunan Prapen merupakan Waliyullah yang pernah menjadi seorang raja, pendakwah dan penyebar ajaran Islam serta seorang pujangga besar di masanya.

Beliau adalah yang menggubah kitab Asrar dan kemudian digunakan sebagai dasar menyusun Jangka Jayabaya.

Selain itu, Sunan Prapen juga dikenal sebagai mpu atau pembuat keris. Karyanya yang terkenal di bidang pembuatan keris adalah keris Angun-angun.

Deskripsi

sunting

Berdasarkan sumber literatur setempat, Setelah wafatnya pemimpin Kedatuan Giri ketiga, pada 1548 Sunan Seda-Ing-Margi digantikan oleh saudara laki-lakinya dengan nama anumerta Sunan Prapen (berdasarkan tulisan nisan di tempat makamnya).

Kisah setempat yang berkenaan dengan tahun 1570 (berdasarkan sejarawan Samuel Wiselius dalam bukunya berjudul "Historisch") menceritakan bahwa pada masa kepemimpinannya ia memakai nama Sunan Raden Mas Pratikal.[1]

Sunan Prapen merupakan pemimpin sekaligus tokoh agama di Giri. Selama masa pemerintahannya yang panjang (1548 - 1605) ia telah banyak berjasa dalam membentuk dan memperluas penyebaran agama Islam, baik di Jawa Timur dan Jawa Tengah maupun di sepanjang pantai pulau-pulau Nusantara bagian timur.

Paruh kedua abad keenambelas merupakan masa kejayaan Giri atau Gresik sebagai pusat peradaban pesisir Islam dan pusat ekspansi Jawa di bidang ekonomi dan politik di Indonesia Timur. Menurut kisah setempat, satu tahun berselang setelah ia mulai berkuasa, Sunan Prapen membangun sebuah keraton sebagai simbol kejayaan Islam di Jawa pada saat itu.[2]

Sunan Prapen tidak terlalu mencampuri urusan politik penguasa-penguasa di pedalaman Jawa Tengah. Ia hanya memusatkan usahanya daalm memperluas kekuasaan rohani dan duniawinya serta hubungan dagangnya lewat laut ke arah timur. Ekspansi tersebut terdapat pada daftar tarikh Jawa 1548 - 1552, yang memberitakan adanya perjalanan raja Giri ke Kediri.[3]

Keturunan

sunting
  1. Panembahan Kawis Guwa,[4] alias Sunan Giri V. Sunan Giri berdaulat terakhir sebelum penyerangan Giri oleh Pangeran Pekik dari Kesultanan Mataram.

Pemakaman 

sunting
Terletak di desa Kebomas, kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kutipan

sunting
  1. ^ de Graaf 2019, hlm. 251-252.
  2. ^ de Graaf 2019, hlm. 252.
  3. ^ de Graaf 2019, hlm. 253.
  4. ^ "Sunan Prapen"Rodovid.

Referensi

sunting
  • de Graff, H.J.; Pigeaud, TH. G. TH. (2019). Kerajaan Islam Pertama di Jawa: Tinjauan Sejarah Politik Abad XV dan XVI, cetakan V edisi revisi. Yogyakarta: MataBangsa. ISBN 9789799471239.
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Sunan Sedamargi
Kedatuan Giri
1548–1605
Diteruskan oleh:
Panembahan Kawis Guwa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunan Ngudung

Sunan Ngudung  (lahir: ? - wafat:  1524 ) adalah  Imam   Masjid Demak  pada masa pemerintahan  Sultan Trenggana . Naskah-naskah babad mengisahkan ia gugur dalam perang melawan  Kerajaan Majapahit . As-Syekh Syarif Sabil Gelar Sunan Ngudung Nasab bin Khalifah Husein Nisbah Al - Qadiri Meninggal 1524 M Kesultanan Demak Dimakamkan di Bintoro, Demak, Demak Kebangsaan Kesultanan Demak Jabatan ~ Imam  Masjid Demak  (1521 - 1524) ~ Panglima Perang  Demak Firkah Sunni Murid dari Khalifah Husein ,  Guru-gurunya sembunyi Mempengaruhi Sunan Kudus ,  Sunan Muria ,  Dan Murid-murid Lainnya Istri Nyai Ageng Manyuran Keturunan sembunyi Pernikahan dengan Nyai Ageng Manyuran : -  Sunan Kudus - Dewi Sujinah (Istri  Sunan Muria ) Orang tua Khalifah Husein  (ayah) Nyai Gede Tondo (ibu) Berdasarkan Serat Walisana diketahui nama asli Sunan Ngudung adalah Syekh Sabil. Sedangkan, Serat Panengen menjelaskan dengan detail b...

Kerajaan Keling

Kerajaan Keling ( Ho - Ling ) ( 594 - 789 ) Peta perkiraan wilayah kekuasaan Kerajaan Keling Ibukota - Keling - Kalingga - Pragawati dan Warugasik - Kanjuruhan Bahasa Kawi, Melayu Kuno, dan Sanskerta Agama Islam, Hindu, Buddha, Animisme Bentuk Pemerintahan Kerajaan Raja-raja Keling - 594 - 605, Wasumurti - 605  -  632 ,  Wasugeni - 632 - 652, Wasudewa - 632 - 648, Kirathasingha - 648 - 674, Kartikeyasingha - 674 - 695, Ratu Shima - 695 - 709, Ratu Parwati   - 695 - 742, Radiyah Narayana - 742 - 760, Dewasingha - 760 - 789, Gajayana Peristiwa Penting - 594, Pendirian Keling oleh Prabu Wasumurti. - 632, terjadi dualisme pemerintahan, Wasudewa di Istana Keling dan Kirathasingha di Istana Kalingga. - 695, kembali terjadi dualisme pemerintahan, Ratu Parwati di Istana Pragawati dan Radiyah Narayana di Istana Warugasik. - 739, Perundingan Galuh II, menyepakati bahwa Pulau Jawa dibagi menjadi 4 Kekuasaan yaitu : Sunda, Galuh, Medang, dan Keling. - 760, Pemindah...

Kerajaan Majapahit (1293 - 1527)

Kerajaan Majapahit ( Wilwatikta ) ( 1293 - 1527 )         Peta wilayah kekuasaan Majapahit berdasarkan  Nagarakertagama [1] Ibukota Tarik  (masa  Raden Wijaya ) Trowulan  (masa  Jayanagara ) Daha  (masa  Dyah Ranawijaya ) Bahasa Jawa Agama Islam, Hindu, Buddha, Animisme Bentuk Pemerintahan Kerajaan Peristiwa Penting Penobatan  Raden Wijaya 10 November 1293 •  Sumpah Palapa 1334 •  Perang Bubat 1357 •  Perang Paregreg 1404–1406 • Dibawah kekuasaan  Bhre Kertabhumi 1468–1474 • Invasi  Kesultanan Demak 1527 Mata Uang Emas dan Perak Di Dahului Oleh Di Gantikan Oleh Kerajaan Tumapel Kerajaan Melayu Kerajaan Kutai Kerajaan Singapura Kesultanan Samudera Pasai Kerajaan Bali Kerajaan Tanjungpura Kesultanan Demak Kerajaan Blambangan Kesultanan Malaka Kesultanan Pagaruyung Kesultanan Makassar Kesultanan Bima Kesultanan Ternate Kesultanan Tidore Kekaisaran Brunei Kesultanan Kutai Kesultanan Aceh Majapah...